Sabtu, 11 Mei 2013

Khasiat dan Manfaat Alpukat Untuk Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN
Alpukat juga dianggap sebagai salah satu makanan sehat di planet ini karena mengandung lebih dari 25 nutrisi penting, termasuk vitamin A, B, C, E, dan K, copper, zat besi, phosporus, magnesium dan kalium. Bahkan, Anda akan perlu untuk makan dua atau tiga buah pisang untuk mendapatkan kandungan kalium dalam satu alpukat. Alpukat juga mengandung serat bermanfaat, protein seperti beta-sitosterol, glutathione dan lutein, yang membantu melindungi terhadap berbagai penyakit.
   BAB II
   ISI






Manfaat Alpukat bagi kesehatan
Selain itu, alpukat merupakan salah satu buah yang berkalori tinggi yang Anda bisa makan. Hal ini disebabkan jumlah yang lebih besar dari kandungan lemak, sekitar 20 kali rata-rata buah lain. Meskipun alpukat yang tinggi kandungan lemak, tapi itu sebagian besar lemak tak jenuh tunggal yang merupakan berbagai lemak sehat.

Berikut adalah 15 manfaat alpukat untuk kesehatan:

1. Menjaga Kesehatan Jantung



Alpukat mengandung vitamin B6 dan asam folat, yang membantu mengatur kadar homocysteine. Tingkat homocysteine tinggi ​​dikaitkan dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Selain itu, alpukat juga mengandung vitamin E, Glutathione dan lemak tak jenuh tunggal yang membantu dalam menjaga kesehatan jantung.

2. Menurunkan Kolesterol

Alpukat kaya akan senyawa yang disebut beta-sitosterol yang telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Menurut sebuah penelitian, pasien dengan hiperkolesterolemia ringan yang termasuk alpukat dalam diet mereka selama 7 hari memiliki 17 persen penurunan kadar kolesterol darah total, 22 persen penurunan di kedua LDL (kolesterol buruk) dan trigliserida, dan peningkatan 11 persen dalam tingkat HDL (kolesterol baik).

3. Mengendalikan Tekanan Darah

Alpukat juga merupakan sumber kalium, yang membantu dalam mengontrol tekanan darah.

4. Anti- Inflammatory (sifat inflamasi)

Senyawa Phytonutrient yang ditemukan dalam alpukat, seperti polyphenols dan flavonoids telah ditemukan memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga mengurangi risiko gangguan inflamasi dan degenerative.

5. Meningkatkan kesehatan mata

Alpukat merupakan sumber yang sangat baik dari carotenoid lutein, yang dikenal untuk membantu melindungi terhadap usia terkait macular degeneration dan katarak.

6. Mengatur Kadar Gula Darah

Lemak baik tak jenuh tunggal dalam alpukat dapat membalikkan resistensi insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah. Alpukat juga mengandung lebih banyak serat larut, yang menjaga kadar gula darah stabil.


7. Mencegah cacat lahir

Alpukat kaya akan folat, vitamin B dikenal sebagai folic acid. Satu cangkir alpukat menyediakan sekitar 23% dari Nilai Harian untuk folat. Tingginya jumlah folat dalam alpukat sangat penting dalam pencegahan cacat lahir, seperti kerusakan saraf dan spina bifida.

8. Mengurangi Resiko Stroke

Tingginya tingkat folat dalam alpukat juga melindungi terhadap stroke. Sebuah penelitian telah membuktikan orang yang makan diet kaya folat memiliki risiko lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang tidak.

9. Melindungi terhadap Kanker

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa alpukat dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat. Asam oleat dalam alpukat juga efektif dalam mencegah kanker payudara.

10. Melawan radikal bebas

Alpukat mengandung glutation, sebuah antioksidan kuat untuk membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
 
11. Anti-Sifat Penuaan

Kaya akan antioksidan, alpukat sangat bermanfaat dalam mencegah gejala penuaan. Glutathione dalam alpukat mungkin meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan, dan mendorong sistem saraf yang sehat.

12. Mengobati Bau Mulut

Alpukat merupakan salah satu pencuci mulut alami terbaik dan obat bau mulut. Alpukat membersihkan usus yang merupakan penyebab sebenarnya dari bau mulut dan ini kondisi yang tidak menyenangkan.

13. Meningkatkan penyerapan nutrisi

Asupan Alpukat dikaitkan dengan meningkatnya penyerapan gizi. Sebuah studi menunjukkan bahwa, ketika peserta makan salad termasuk alpukat, makanan tersebut menyerap lima kali jumlah carotenoids (kelompok nutrisi yang mencakup beta carotene dan lycopene) daripada mereka yang tidak memakan alpukat.

14. Perawatan Kulit

Serat alpukat ditambahkan dalam banyak kosmetik karena kemampuannya untuk memelihara kulit dan membuat kulit Anda bersinar. Hal ini juga membantu dalam mengobati psoriasis, suatu penyakit kulit yang menyebabkan kulit kemerahan dan iritasi.

15. Berat badan

Alpukat memiliki 200 kalori setiap 100 gram. Biasanya, buah-buahan memiliki sekitar 60-80 kalori untuk 100 gram. Karena jumlah tinggi kalori, alpukat adalah diet terbaik bagi orang-orang yang ingin menambah berat badan. Alpukat merupakan sumber kalori yang sehat, tidak seperti banyak makanan padat kalori lainnya yang mungkin mengandung lemak jenuh dan gula berlebih.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

     Alpukat ini sangat memiliki banyak manfaat seperti : untuk menurunkan berat badan, perawatan kulit, meningkatan penyerapan nutrisi, melindungi terhadap kanker dan masih banyak lain manfaatnya. Alpukat juga mengandung serat bermanfaat, protein seperti beta-sitosterol, glutathione dan lutein, yang membantu melindungi terhadap berbagai penyakit. 
  B. Saran
1. Perbanyak mengkonsumi alpukat  bagi kesehatan.
2. Selain mengkonsumsi alpukat di harapkan anda juga olahraga secara rutin.
Sumber : http://www.aura-ilmu.com/2013/01/Khasiat-dan-Manfaat-Alpukat-Untuk-Kesehatan.html


Pengertian Metode dan Metodelogi

Pengertian metode dan metodologi
A. Pengertian Metode
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian metode menurut para ahli :
-          Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.
-          Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni teknik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak harus terpaku dalam menggunakan berbagai metode (variasi metode) agar proses belajar mengajar atau pengajaran berjalan tidak membosankan, tetapi bagaimana memikat perhatian anak didik. Namun di sisi lain  penggunaan berbagai metode akan sulit membawa keberuntungan atau manfaat dalam kegiatan belajar mengajar, bila penggunaannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang mendukungnya, serta kondisi psikologi anak didik.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Berkaitan dengan metode yang tepat, dalam hal ini pasiburi dan simanjutak, mengatakan bahwa dalam nenentukan metode mana yang akan di ikuti oleh guru dalam penggunaan metode guru harus memperhatikan berbagai macam faktor, diantaranya yaitu:
  1. Metode dan tujuan sekolah 
  2. Metode dan bahan pengajaran 
  3. Metode dan tangga-tangga belajar
  4. Metode dan tingkat perkembangan 
  5. Metode dan keadaan perseorangan 
  6. Dasar tertinggi dari metode
B. Pengertian Metodologi

            Metodologi berasal dari bahasa Yunani “metodos” dan "logos". Kata "metodos" terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. "Logos" artinya ilmu.
Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji. Ilmu terdiri atas lima prinsip:
  •         keteraturan (orde)
  •         sebab-musabab (determinisme)
  •         kesederhanaan (parsimoni)
  •         pengalaman yang dapat diamati (empirisme)
Istilah (konsep dasar) “Metodologi Penelitian ” dari kata “metodologi” dan “penelitian”.
Istilah “metodologi” dari kata “metode” yang  artinya cara kerja dan “logos”  artinya ilmu atau sifat ilmiah. Jadi  Metodologi” berarti cara kerja yang yang bersifat ilmiah. Istilah “penelitian” dari kata dasar “teliti” artinya cermat atau mencermati (kata kerja atau kecermatan (kata sifat). Jadi “metodologi pnelitian” berarti “ilmu tentang cara-cara kerja yang cermat”. Penelitian adalah langkah dan prosedur pencermatan dan penelusuran sesuatu dengan memakai cara-cara ilmian (tidak subyektif, tidak imajiner,  tidak emosional,  dan  tidak semrawut). Istilah “kualitatif” dari kata dasar “kualitas”, atau “mutu”, memberi sifat atau karakter pada konsep “metodologi penelitian”, yang bermakna “metode kerja yang ilmiah di dalam proses pencermatan dan penelusuran sesuatu dengan berpegang pada kriteria-kriteria kualitas atau mutu (quality perspective).

Secara konotatif, konsep “metodologi penelitian kualitatif” dapat diberi makna : “aktivitas  yang  menggunakan  cara-cara kerja yang bersifat ilmiah  (obyektif, empirik, rasional, dan sistematis) di dalam pencematan dan penelusuran guna mencari dan menemukan data  yang benar dan  akurat  (informasi, keterangan dan sejenisnya)  gunamenjawab pertanyaan tortentu atau memecahkan  masalah tertentu di dalam  bidang kehidupan atau keilmuan dengan berpegangpada prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah kualitas”.
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Sumber : http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/06/apa-yang-dimaksud-metode-dan-metodologi-penelitian-dan-perbedaannya.html
http://www.sarjanaku.com/2012/04/pengertian-metode-menurut-para-ahli.html

Selasa, 26 Maret 2013

PENALARAN DEDUKTIF


Penalaran adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan yang dapat diambil. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.

1. Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh :
Premis 1 : Setiap mamalia punya sebuah jantung
Premis 2 : Semua kuda adalah mamalia
Konklusi : Setiap kuda punya sebuah jantung

Macam-macam Penalaran Deduktif
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Penalaran secara tak langsung terbagai atas ;
1. Silogisme Kategorial
yakni silogisme yg terjadi dari 3 proposis yg mana dua proposisi awal sebagai premis dan satu sisanya sebagai simpulan.
2. silogisme Hipotesis
silogisme yg terdiri atas premis major yg berproposisi kondisional hipotesis. kalau premis minornya membenarkan anteseden, simpulan membenarkan konsekuen begitu pula sebaliknya.
3. Silogisme Alternatif
silogisme yg terdiri atas premis mayor yg berupa proposisi alternatif. kalo premis minornya membenarkan salah satu alternatif maka simpulan akan menolak alternatif yg lain.
b.  Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

http://elishhaumahu.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif-dan-induktif.html

Pengertian Penalaran



 Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
 
EVIDENSI
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
Cara menguji data :
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu, perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.
Di bawah ini beberapa cara yang dapat di gunakan untuk pengujian tersebut.
1.Observasi
2.Kesaksian
3.Autoritas
Cara menguji fakta :
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilitian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil. Apakah itu dalam bentuk Konsistensi atau Koherensi.
Inferensi
Inferesni merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunaka

 http://tugasyosta-yosta.blogspot.com/2012/03/pengertian-penalaran.html